PANDI Dorong Penguatan Infrastruktur Nasional untuk Mewujudkan Kedaulatan Digital Indonesia

Kedaulatan digital menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin pesat. Namun, kedaulatan digital tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan teknologi, melainkan juga kemampuan suatu negara untuk membangun, mengelola, dan mengendalikan infrastruktur digitalnya secara mandiri.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Dialog Nusantara ke-23, yang menghadirkan Ketua Dewan Pengurus Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Isnawan Aslam, sebagai narasumber.
Dalam forum tersebut, Isnawan menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur dan kapabilitas nasional sebagai fondasi untuk mewujudkan kedaulatan digital Indonesia.
Kedaulatan Digital Membutuhkan Otoritas dan Kapabilitas
Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap teknologi digital, kemampuan untuk mengelola infrastruktur menjadi bagian penting dari kedaulatan suatu negara.
Kedaulatan digital bukan hanya tentang kewenangan untuk menetapkan aturan atau kebijakan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, teknologi, dan sistem yang mendukung pelaksanaannya.
Sebagaimana disampaikan Isnawan Aslam dalam forum tersebut:
“Kedaulatan digital harus mempertemukan otoritas dengan kapabilitas.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa kewenangan dalam mengatur ekosistem digital perlu diimbangi dengan kemampuan teknis dan operasional untuk mengelolanya.
Dengan demikian, penguatan kedaulatan digital memerlukan pengembangan infrastruktur, peningkatan kompetensi nasional, serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Peran PANDI dalam Memperkuat Identitas Digital Nasional
Sebagai pengelola registri domain tingkat tinggi kode negara Indonesia, yaitu .id, PANDI memiliki peran dalam mendukung fondasi identitas digital nasional.
Melalui pengelolaan sistem registri dan infrastruktur domain .id, PANDI berupaya memastikan ekosistem nama domain Indonesia dapat terus berkembang dan mendukung kebutuhan masyarakat digital.
Domain .id tidak hanya berfungsi sebagai alamat website, tetapi juga menjadi salah satu representasi identitas Indonesia di ruang digital.
Penguatan infrastruktur domain nasional merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem internet yang memiliki kapasitas pengelolaan dalam negeri serta tetap terhubung dengan sistem internet global.
Menghadirkan Aksara Nusantara ke Ekosistem Internet Global
Selain pengelolaan domain .id, komitmen PANDI terhadap penguatan identitas digital Indonesia juga diwujudkan melalui upaya menghadirkan Aksara Nusantara ke dalam ekosistem internet global.
Inisiatif ini mencerminkan pentingnya keberagaman bahasa dan budaya dalam perkembangan teknologi digital.
Aksara Nusantara merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai historis dan identitas yang kuat. Upaya mendukung penggunaannya dalam ekosistem internet membuka peluang agar kekayaan budaya Indonesia dapat memperoleh ruang yang lebih luas di dunia digital.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi dapat berjalan seiring dengan pelestarian identitas dan budaya nasional.
Membangun Ekosistem Digital yang Mandiri dan Berkelanjutan
Mewujudkan kedaulatan digital membutuhkan kerja sama antara pemerintah, pengelola infrastruktur, industri teknologi, akademisi, dan masyarakat.
Penguatan kapasitas nasional menjadi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan dan mengelola sistem digital yang dibutuhkan.
Melalui partisipasi dalam Forum Dialog Nusantara ke-23, PANDI turut menegaskan pentingnya diskusi dan kolaborasi untuk memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi tantangan transformasi digital.
Dengan infrastruktur yang semakin kuat dan kapabilitas nasional yang terus berkembang, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk membangun ekosistem digital yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.


